Cara Nabung in This Economy? Tenang, Masih Bisa Kok!

Cara Nabung in This Economy Tenang, Masih Bisa Kok!

Pernah nggak sih ngerasa baru aja gajian, eh seminggu kemudian saldo udah tinggal kenangan?

Harga kopi naik. Makan siang naik. Ongkos transport naik. Tagihan juga ikutan naik.

Kadang rasanya nabung itu cuma jadi wacana.

“Nanti aja deh kalau gaji naik.”

“Nanti aja kalau lagi nggak banyak kebutuhan.”

Padahal in this economy seperti sekarang, punya tabungan itu bukan pilihan lagi, tapi kebutuhan.

Yuk, kita bahas caranya!

Kenapa Nabung Sekarang Terasa Makin Susah?

Kalau kamu merasa susah nabung, kamu nggak sendirian. Banyak orang mengalami hal yang sama karena beberapa alasan berikut.

Harga kebutuhan terus naik

Mulai dari makanan, transportasi, listrik, sampai kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan harga. Akibatnya, uang yang dulu cukup untuk satu bulan sekarang terasa cepat habis.

Promo ada di mana-mana

Flash sale, cashback, gratis ongkir, diskon tengah malam. Semua terlihat menguntungkan, padahal sering kali membuat kita membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Terjebak FOMO

Teman tiba-tiba ajak liburan.

Ingin beli gadget baru padahal yang sekarang masih bagus.

Teman ngajak nongkrong setiap weekend.

Tanpa sadar kita ikut mengeluarkan uang hanya agar kekinian.

Cara Nabung yang Realistis in This Economy 

1. Nabung Dulu, Baru Belanja

Kebanyakan orang melakukan pola seperti ini:

Gaji → Belanja → Kalau ada sisa baru nabung.
Setelah gajian uang langsung dibelanjakan, setelah belanja selesai baru di cek apa ada sisa uang untuk ditabungkan? Jika ada baru deh ditabungkan. Itupun terkadang mau nabung masih mikir, nanti sampai gajian lagi ada biaya tak terduga enggak ya atau malah uang tabungannya dipakai untuk jajan.

Gaji → Nabung → Baru atur pengeluaran.
Padahal cara yang lebih efektif adalah setelah gajian itu langsung dipisahkan untuk nabung terlebih dahulu misal untuk awal 20% dari gaji, baru atur pengeluaran yang penting. Dengan begini kamu juga lebih bisa menahan keingan yang tidak bisa terkendali.

Jika sulit coba hanya Rp20.000 atau Rp50.000 setiap kali menerima gaji, kebiasaan ini jauh lebih baik dibandingkan kamu harus menunggu uang sisa ke fomoanmu.

2. Atur Keuangan Dengan Aturan 50-30-20

Kalau memungkinkan, kamu bisa membagi penghasilan seperti berikut:

  • 50% untuk kebutuhan pokok
  • 30% untuk keinginan
  • 20% untuk tabungan atau investasi

Kalau belum sanggup 20%, nggak masalah kami bisa mulai dari 5% atau 10% juga sudah amat sangat bagus. Yang paling penting adalah konsisten.

3. Pisahkan Uang Belanja dan Uang Nabung

Salah satu alasan tabungan cepat habis adalah karena semua uang berada dalam satu dompet digital atau satu bank akun.

Akhirnya uang yang tadinya mau ditabung ikut terpakai.

Supaya lebih mudah mengontrol pengeluaran, biasakan memisahkan uang sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan dompet digital seperti Uwang, kamu bisa melakukan berbagai transaksi harian mulai dari transfer, isi pulsa, paket data, hingga bayar tagihan dalam satu aplikasi sehingga pengeluaran lebih mudah dipantau.

4. Jangan Remehkan Nominal Kecil

Banyak orang berpikir kalau nabung Rp5.000 sehari nggak akan ada hasilnya.

Padahal kalau dihitung:

  • Rp5.000 x 30 hari = Rp150.000
  • Rp5.000 x 365 hari = Rp1.825.000

Lumayan banget kan buat dana darurat atau kebutuhan mendadak? Ingat, yang bikin tabungan besar bukan nominalnya, tapi konsistensinya.

5. Catat Pengeluaran Kecil

Justru pengeluaran kecil yang sering bikin dompet cepat kosong.

Misalnya:

  • Ngopi setiap hari
  • Jajan karena lapar mata padahal baru selesai makan
  • Langganan aplikasi yang sudah nggak dipakai
  • Checkout barang karena diskon bukan karena kebutuhan yang wajib dibeli

Kalau dijumlahkan selama satu bulan, nominalnya bisa jauh lebih besar dari yang kamu kira.

6. Biasakan Bayar Secara Digital

Saat semua transaksi tercatat secara digital, kamu jadi lebih mudah mengecek ke mana uangmu pergi.

Misalnya untuk:

  • Transfer uang
  • Bayar listrik
  • Bayar air
  • Isi pulsa
  • Beli paket data
  • Bayar berbagai tagihan

Semakin mudah melihat riwayat transaksi, semakin gampang juga kamu untuk mengontrol dan mengecek pengeluaran setiap bulan.

Tips Anti Boncos Ala Gen Z

Sebelum checkout barang, coba tanya ke diri sendiri.

“Ini kebutuhan atau cuma lapar mata?”

“Kalau nggak beli, apa yang akan terjadi?”

“Sebulan lagi masih butuh barang ini nggak?”

Kalau jawabannya masih ragu, berarti kemungkinan besar kamu belum benar-benar membutuhkannya.

Nabung Nggak Harus Nunggu Kaya

Banyak orang bilang, “Nanti kalau gaji naik baru mulai nabung.”

Padahal faktanya, orang yang terbiasa menabung sejak penghasilannya kecil biasanya lebih siap saat pendapatannya meningkat. 

Ingat jika gaji naik tabungannya yang ditingkatkan, lifestyle-nya jangan ikut naik.

Karena yang berubah bukan cuma jumlah uangnya, tapi juga kebiasaan mengelola keuangan.

Mulailah dari nominal yang kamu sanggup. Jangan menunggu waktu yang sempurna karena waktu terbaik untuk mulai nabung adalah sekarang.

Kelola Keuangan Lebih Praktis Bersama Uwang

Uwang Transfer Bank

Ternyata mengatur keuangan nggak harus ribet.

Lewat Uwang, kamu bisa melakukan berbagai transaksi harian seperti transfer ke sesama uwang atau ke rekening bank, isi pulsa, paket data, pembayaran listrik, air, hingga berbagai tagihan lainnya dalam satu aplikasi.

Semua transaksi tercatat lebih rapi sehingga kamu lebih mudah memantau pengeluaran dan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Mulai dari langkah kecil hari ini, karena tabungan besar selalu dimulai dari kebiasaan sederhana.

Tenang, kamu nggak harus langsung nabung jutaan rupiah kok. Mulai dari nominal kecil juga tetap bisa bikin kondisi keuangan kamu jauh lebih aman asal dilakukan secara konsisten.

Yang paling sulit memang konsistennya, cara agar mau komitmen untuk menabung dan tidak tergoda untuk jajan, liburan fomo, atau belanja yang tidak perlu karena lapar mata. Cobalah untuk mulai memilah apa yang perlu dibeli dan apa yang bisa ditunda hanya karena keinginan sesaat saja.

In this economy kita harus mulai memaksa untuk menabung, karena kita tidak tau keadaan ekonomi kita kedepannya seperti apa dan keadaan ekonomi negara kedepannya seperti apa.

 

FAQ

Berapa idealnya nominal tabungan pertama kali ?

Idealnya sekitar 10–20% dari penghasilan. Namun jika belum memungkinkan, mulai dari nominal kecil yang bisa dilakukan secara konsisten juga sudah baik.

Bagaimana cara menabung kalau gaji pas-pasan?

Sisihkan uang di awal setelah menerima gaji, kurangi pengeluaran yang tidak penting, dan buat anggaran sederhana agar pengeluaran lebih terkontrol. Atau bisa juga menyisihkan uang harian Rp5.000 setiap hari untuk menabung.

Apakah uang Rp5.000 per hari benar-benar berpengaruh?

Ya. Jika dilakukan setiap hari selama satu tahun, totalnya bisa mencapai sekitar Rp1,8 juta. Nominal kecil akan terasa besar jika dilakukan secara konsisten.

Apakah dompet digital bisa membantu mengatur keuangan?

Bisa. Dompet digital membantu mencatat transaksi harian sehingga kamu lebih mudah memantau pengeluaran dan mengelola anggaran.